Untuk Bibiku: Sebuah Penghormatan di Hari Ibu, 10 Mei 2026

Pada Hari Ibu tahun 2026, saya ingin menulis tentang bibi kedua saya.

Dia bukanlah seorang selebriti atau influencer, namun dia telah menghabiskan hidupnya untuk menunjukkan kepada kita apa arti sebenarnya menjadi seorang ibu dan betapa besarnya kekuatan seorang wanita.

图 foto1

I. Seorang Gadis yang Keluar dari Kobaran Api Perang

Pada Mei 1939, bibi saya lahir di Ganzhou, pada era Republik Tiongkok.

Saat itu adalah masa penuh gejolak. Ketika penjajah Jepang memasuki Ganzhou, ia ditangkap saat masih kecil. Ia menggigit seorang tentara musuh dengan keras dan berhasil melarikan diri. Untuk bertahan hidup, ia mengoleskan abu kompor ke wajahnya, bersembunyi di makam kosong di rumah kerabatnya di pedesaan, dan menahan napas saat bayonet musuh berkelebat di depan matanya.

Meskipun begitu, dia tidak pernah meninggalkan buku-bukunya. Dia unggul dalam studinya, tetapi saat SMP, ayahnya meninggal dunia secara tiba-tiba. Hidup menghantamnya dengan keras, namun dia tidak pernah menyerah.

Pada tahun 1956, ia diterima di Universitas Xi'an Jiaotong — seorang gadis dari Ganzhou yang membuka pintu menuju masa depan dengan pengetahuan.

II. Empat Tahun Kuliah, Hanya Satu Kali Pulang ke Rumah

Untuk menghemat uang, dia hanya pulang ke rumah sekali selama empat tahun kuliahnya. Selebihnya, dia bekerja paruh waktu di perpustakaan universitas. Mahasiswi jurusan teknik termal ini tidak hanya membiayai studinya tetapi juga cintanya kepada keluarganya yang jauh.

Setelah lulus, dia ditugaskan untuk bekerja di sebuah pembangkit listrik.

Suatu hari, saat mengunjungi departemen tekstil di Universitas Xi'an Jiaotong untuk menemui seorang teman dari kampung halaman, dia diperkenalkan kepada pria yang kelak menjadi suaminya — paman kedua saya.

Saat itu, paman saya adalah seorang dosen muda. Setelah lulus dari Universitas Shanghai Jiao Tong, ia mengajar di Institut Teknologi Barat Laut (pendahulu Universitas Politeknik Barat Laut). Ayah paman saya adalah seorang sejarawan terkenal yang mengajar di Universitas Barat Laut.

Saat bibiku pertama kali bertemu dengannya, dia tidak berbicara tentang cinta. Sebaliknya, dia jujur:

“Saya anak kedua dalam keluarga. Saya harus merawat adik-adik saya. Sebagian besar gaji saya akan digunakan untuk menghidupi mereka.”

Pamanku hanya menjawab: “Aku tidak akan menerima uangmu.”

Dia menepati janji itu seumur hidupnya.

Sebagai lulusan terbaik Tiongkok di masa awal, mereka berdua turut serta dalam banyak pekerjaan pembangunan bangsa negara tersebut. Baru pada tahun 1992 mereka kembali bersama untuk mengajar di Universitas Jiangsu…

III. Tiga Anak Perempuan, Tiga Sumber Kebanggaan

Pada tahun 1963, bibi saya menikah pada usia 24 tahun.

Setelah pernikahan, dia melahirkan tiga anak perempuan — tiga sepupu saya.

Dia dan paman saya tidak pernah bermain kartu atau terlibat dalam kegiatan sosial yang tidak bermanfaat. Semua waktu luang mereka dihabiskan untuk membantu anak-anak mereka belajar dan tumbuh.

Hari ini:

01

Si sulung dan suaminya menjalankan sebuah perusahaan di LAX, dan karier mereka berkembang pesat.

02

Yang kedua bekerja di Bank of China dan membesarkan putrinya hingga meraih gelar PhD di bidang ilmu komputer.

03

Yang ketiga tinggal dan bekerja di Munich, bersama keluarga yang bahagia.

Tiga anak perempuan, tiga kehidupan berbeda, masing-masing bersinar dengan caranya sendiri.

Dan bibiku akan selalu menjadi sumber cahaya itu.

IV. Di Usia 87 Tahun, Dia Mengikuti Kelas Bermain Bridge

Pada Mei 2025, bibi saya kembali ke Tiongkok untuk menetap. Itu memberi saya kesempatan untuk menghabiskan waktu bersamanya, berbicara dengannya, mengenang masa lalu — dan belajar banyak darinya.

Di usia 87 tahun, beliau adalah:

Tenang dan terkendali– berpikiran tajam dan sehat jasmani.

Rajin– membaca setiap hari, mengikuti berita, menulis buku harian.

Berpikiran terbuka– dia baru-baru ini mendaftar untuk kelas bermain bridge.

Percaya– dia percaya pada kemampuan anak-anaknya untuk tumbuh sendiri.

Aku tak kuasa menahan diri untuk bertanya padanya: “Bibi, apa rahasia pernikahanmu yang bahagia? Kurasa itu adalah perlindungan terbesar yang bisa kau berikan kepada anak-anakmu.”

“Saling memahami dan bersikap toleran. Sadari bahwa setiap orang memiliki kekuatan dan kelemahan, dan saling peduli dari lubuk hati. Ketika konflik muncul, berhentilah sejenak, atasi emosi Anda, lalu bicaralah lagi.”

Tidak ada filsafat besar — ​​hanya kebijaksanaan biasa.

Dia sering berkata padaku: “Jangan terlalu khawatir tentang putramu, Tian Tian. Percayalah bahwa dia akan tumbuh dengan baik.”

Pada saat itu, saya iri pada sepupu-sepupu saya — karena memiliki ibu yang begitu bijaksana, berpendidikan tinggi, dan sangat tenang.

Dan saya bersyukur bahwa, setelah dia kembali ke rumah, saya dapat belajar banyak darinya.

V. Kekuatan Seorang Wanita

Kisah bibiku bukanlah kisah legenda yang menggemparkan dunia. Ini adalah kisah tentang ketahanan dan kelembutan — seorang wanita biasa yang menghadapi masa yang luar biasa.

Di JOFUNG, dan di sekitar kita, juga terdapat banyak ibu muda dan calon ibu.

Zaman telah berubah, tetapi beberapa hal tidak pernah berubah —

Pengabdian untuk mengangkat dan mendampingi anak-anak.

Keberanian yang datang bersamaan dengan menjadi seorang ibu.

Pandangan jauh ke depan seorang ibu yang penuh kasih.

Hati yang merencanakan masa depan anak-anaknya dengan matang.

Dari para ibu biasa namun hebat dari generasi yang lebih tua, kita masih dapat mengambil kekuatan yang paling sederhana dan abadi: bukan untuk menjadi ibu yang sempurna, tetapi untuk menjadi ibu yang selalu berusaha lebih baik, tidak pernah menyerah, dan selalu percaya pada anak-anaknya.

Saya menulis ini untuk menghormati bibi kedua saya — dan setiap ibu yang bersinar dengan tenang di hari-hari biasa mereka.

Judphone – Lebih dari Sekadar Pengiriman

JOFUNG Logistics lebih dari sekadar pengiriman.

Kami juga ingin meneruskan cinta ini, dari generasi ke generasi, yang layak untuk dikenang.

Selamat Hari Ibu untuk sosok terindah di dunia.

Semoga kamu selalu dihargai, dipahami, dicintai – merasa tenang, gembira, dan sehat selalu!


Waktu posting: 18 Mei 2026